Selasa, 03 Januari 2017

Memulai, lagi

Hari ini, 3 januari 2017. Hari terahir masuk kerja. Hari terahir sebagai kariyawan PT Petrolab services. Entah apa?. Aku pun tak tau apa yang di suratkan Illahi. Aku hanya menjalankan, dan membuat sekenario hidup. Ia lah yang menyuratkan dalam takdir.
Diawali masuk dan bergabung pada tanggal 1 oktober 2014. Tak terasa memang waktu bergulir begitu cepat. Banyak sekali pembelajaran yang ku dapat disana. Banyak sekali kenangan.
Akupun tak tahu
Mungkin aku akan rindu.
Mungkin kangen.
Mungkin tak ku temukan lagi kata-kata "ngakalin", "masih kaku aja", "menang banyak lo".
Aku akan rindu.
Kelak aku akan rindu tak mandi 2 hari, susahnya mbangunin taman seteam, speak-speak sok tau ke customer, dan masih banyak lagi.
Selamat tinggal.
Aku tak pergi dari kalian.
Aku hanya sedang melanjutkan perjalanan hidup.
Aku harus memulai lagi dari awal.
Dari status siswa, hingga kelak dinyatakan sebagai pegawai.
Doaku semoga kita sukses selalu, hidup dalam keberkahan dan aku segera dapat menyesuaikan diri ditempat yang baru.
Terimakasih untuk kenangan selama ini
Terimakasih team sampling
Terimakasih divisi lingkungan & IH
Terimakasih PT Petrolab Services
Terimakasih untuk semuanya...

Menunggu pemberangktan kereta, bogowonto

Jumat, 23 September 2016

Yang terakhir, mungkin

Pekerjaan Kali ini dilaut natuna. Di platform salah satu perusahaan oil and gas swasta, tepatnya di kerisi platform. Perjalanan ke lokasi ditempuh dari bandara halim perdana kusuma menuju bandara matak, menggunakan pesawat baling-baling milik pelita air dan dilanjutkan kembali menggunakan helicopter untuk sampai ke lokasi.
Mungkin perjalanan Kali ini, perjalanan yang terakhir ke lokasi ini. Mungkin juga terakhir naik helicopter, "semoga tidak".
Harga minyak dunia yang semakin merosot turun mengakibatkan banyak perusahaan swasta yang menjual hak eksplorasinya. Begitu pula di Blok B ini, dan yang akan melanjutkan pengoperasian Blok B ini adalah salah satu perusahaan nasional.
Dilihat dari segi vasilitas sangat memuaskan dan nyaman, dibandingkan dengan platform yang lain yang pernah saya kunjungi. Selain itu juga pekerjanya ramah dan welcome kepada kami, walaupun hanya kontraktor. Sangat disayangkan mau dijual, " padahal ngarep bisa kesini, hehe".
Apapun keputusan yang nantinya diambil, semoga dapat semakin memakmurkan negeri. Memberikan sumbangaih kemandirian negara, dan yang terutama semoga tidak disalah gunakan untuk mempertebal kantong para mafia.

Salam dari saudaramu
Kerisi platform, 24 September 2016

Selasa, 22 Juli 2014

Bersabarlah, Cinta

Sebenarnya sudah tak terlalu bersemangat menulis tentang hal ini, namun ada satu kejadian yang nampaknya kita dapat ambil hikmah darinya. Kita dapat mendapat pengalaman, nasehat tanpa kita sendiri yang harus mengalaminya.

Singkat cerita, sore itu ada pesan masuk dari sahabat lama. Nampaknya ada hal yang ingin ditanyakan, namun masih sedikit tak terbuka, masih malu-malu kayaknya. Sedikit pesan yang agak memaksa dengan dugaan yang menyindir ahirnya dia mau cerita juga.

Ternyata sahabatku ini mau curhat. Ya tentang perasaannya. Seperti ini pesan masuknya
“iya ni, saya merespon seseorang alakadarnya, karna saya tau pacaran itu ga boleh. Tapi saya tak yakin bisa pada pendirian ini atau tidak, saya berusaha untuk tidak pacaran. Saya merespon dia ala kadarnya, tapi lama kelamaan kena getahnya juga,saya menaruh harapan padanya, walupun itu pasang surut, kadang inget kadang tidak, dan proses itu berjalan cukup lama, sampai akhirnya saya tau dia telah bersama yang lain”.

Setiap jiwa manusia pasti mempunyai rasa cinta, rasa simpati, mengagumi yang membedakan antar yang lain adalah bagaimana kadarnya, bagaimana  mengotrol perasaan tersebut. Cinta adalah manusiawai, semua orang pasti merasakannya. Cinta adalah anugrah Sang Ilahi, usam cinta karna manusia. Alangkah menderitanya ia yang menjadi budak cinta, ia habiskan waktunya dengan sia-sia, memikirkan dan melakukan hal yang tak memberi manfaat. Hidupnya bagaikan terpenjara, tersandera dalam kubangan semunya cinta. Sejatinya perasaan itu adalah anugerah dari Sang Khaliq untuk kita, seharusnya kitalah yang menjadi raja, kitalah yang mengotrol, mengendalikannya agar tetap dalam koridor yang ada.

Kita mengambil hikmah dari kejadian tersebut, bagaimana kita menanggapi cinta sewajarnya, karena hakikat cinta hanya dua menghalalkannya atau mempersilahkannya pergi. Menghalalkannya berarti menjadikan dia teman hidup kita, sebagai penguat dalam mengarungi hidup, seraya berdoa dan berusaha agar dijadikan keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah. Dijadikan keluarga yang darinya lahir generasi-generasi penghafal, pencinta Al-Qur’an, generasi penerus yang memperjuangkan kalimat Ilahiyah. Generasi yang akan memperbaiki negeri ini, dunia ini. Dan jika kita belum siap dengan opsi yang pertama, yang paling tepat adalah mempersilahkannya pergi. Menjauh dan terbanglah bersama hembusan angin. Kita pasrahkan pada yang Punya Cinta, sembari terus memperbaiki diri, mempersiapkan diri, dan memantaskan diri. Bukan terpaku pada siapa kita kan menambatkan hati. Dan yakin lah siapapun jodoh kita,jangan pernah lupa mendekatkan diri kepada Allah,karna Allah tak akan memberikan jodoh yang buruk bagi hamba yang selalu mendekatkan diri pada Nya.

Memang susah untuk melupakan, namun jika tak diupayakan maka hanya derita yang didapat. Kita alihkan focus kita pada hal yang lain, kita tingkatkan produktifitas kita, kita buat karya-karya yang hebat. Kita fokuskan pada perbaikan diri, kita siapkan ilmu agama, ilmu rumah tangga, parenting, sosial dan jangan lupa persiapkan penghasilannya.

Jangan pernah menyesal karna telah melewatkan orang sepertinya. Seharusnya kita bersyukur berarti malaikat penjaga hati tak pergi meninggalkan kita. Karna saat kita melakukan maksiat salah satu malaikat penjaga akan pergi, maka jika teramat sering bermaksiat sudah tak ada lagi malaikat penjaga. Sehingga dengan mudahnya melakukan maksiat-maksiat yang lain.

Teruslah memperbaiki diri, takada waktu untuk berhenti membaikkan diri, terus memantaskan diri dan terus berdoa moga diberi yang terbaik pada waktunya. Bersibuk diri dalam ketaatan.

Teruntuk sahabatku,
Bersabarlah, peganglah keyakinan itu dangan sekuat mungkin dan yakinlah pada keyakin itu, walau terlalu sering rayuan dunia teramat berat. Dan semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu yang membersamaimu dalam ketaatan. Diwaktu yang tepat, karna saat ini kita sama-sama sedang puasa, menunggu waktunya berbuka, karna waktu berbuka akan datang. Dan berbukalah dengan yang halal, karna yang manis belum tentu halal.

Bekasi, 22 juli 2014

Kamis, 07 November 2013

Katanya Wisuda


Katanya wisuda kelulusan adalah suatu ritual yang sakral,yang membahagiakan, yang bagi mereka saat itu mereka resmi mendapakan gelar hasil dari jatuh bangun menyelesaikan masa kuliah, tapi menurutku tidak. Kenapa? Kalau menurutku saat itu adalah saat yang resmi kita akan berpisah dengan sahabat, kita akan kehilangan status kita sebagai mahasiswa “yang kalau lagi ada promo bisa dapet potongan, dengan menunjukkan KTM nya”, trus yang paling gak mengenakan lagi kita akan menyandang gelar baru yaitu pengangguran. Hal yang tentu saja menjenuhkan, mengenaskan, bagi sebagian orang. Bagi sebagian lagi tentu tidak, apaligi yang sudah kerja. Tapi tak apalah tak usah merenungi terlalu jauh, kita nikmati saja gelar “itu”.

Ada sebuah kisah seseorang yang akan menjalani prosesi wisuda, setelah perjuangannya menyelesaikan kuliah selama 3 tahun lebih. Kisah ini akan dimulai dari hari H-1 sebelum prosesi wisuda dilaksanakan. . Hari itu tepatnya tanggal 16 oktober 2013. Setiap calon wisudawan diwajibkan hadir pada acara gladi bersih. Menurut jadwal yang telah dijadwalkan, semua calon wisudawan harus datang pukul 13.00 WIB. Setelah kedatangannya di lokasi, seperti biasa kebanyakan dari mereka menggunakan jam Indonesia, jam karet. Latihan pun dimulai beberapa jam dari jadwal yang telah ditentukan. Acara gladi bersih tersebut terkesan kurang persiapan dari panitia, dan sepertinya  ini cocok untuk gladi bersih panitia saja. Soalnya terkesan kita hanya duduk, bengong dan sudah selesai.

Dalam prosesi wisuda biar lebih ngena orang tua calon wisudawan biasanya datang, untuk mendampingi anaknya atau setidaknya ada foto keluarga pas wisuda. Sama sepertiku, orang tuaku baru berangkat dari rumah tanggal 16 nya, ya diperkirakan akan sampai di stasiun Jati Negara pukul 22.15 WIB. Akupun memutuskan berangkat dari stasiun bogor jam 20.00 WIB dengan estimasi akan sampai stasiun Jati Negara pukul 22.00 WIB, agar gak lama nunggu. Tapi apa? Aku teringgal kereta beberapa menit saja, huh. Akhirnya menunggu jadwal pemberangkatan selanjutnya dan ternyata kereta itu sampai di tujuan pukul 22.53 WIB, sedangkan orang tua sudah datang dari tadi, merasa berdosa banget. Sudah datang jauh-jauh masih harus nunggu aku sampai di stasiun. Dan sesuai perencanaan awal kita pun langsung menuju rumah om. Dalam perjalanan ada sebuah pesan dari seorang sopir taxi “jangan terlalu memaksakan idealismemu, nanti nasipmu akan seperti bapak, padahal jika bapak dulu tidak memaksakan mungkin tidak akan jadi supir seperti ini”, karena menurut pemaparannya, bapak tersebut pernah ngekost disalemba, kalian tentu taukan kost-kostan daerah situ? Siapa yang tinggal? Dan mengambil jurusan apa? Di universitas apa?.

Akhirnya sampai juga di rumah om sekitar pukul setengah 12 malam, kami beres-beres dan sedikit bercengkrama dengan keluarga sebelum beristirahat. Pagi itu tanggal 17 oktober 2013 hari pelaksanaan prosesi wisuda dilaksanakan, kamipun berangkat dari Jakarta ke Bogor jam setengah 6 ditakutkan terkena macet. Padahal acara baru akan dimulai pukul 9, ya tak apalah dari pada terlambat mendingan nunggu. Sebelum prosesi wisuda dimulai sebagian wisudawan memanfaatkan waktu untuk mengambil foto bersama, sebagai kenag-kenagan. Kalian pun akan terkaget dan bahkan bisa saja tak akan mengenali muka teman kalian sendiri yang perempuan. Tau sendiri kalau perempuan ada acara kaya gini hebohnya kayak apa, ya dandannya, ya apanya, ya apanyalah. Ya tak apalah, mngkin itu memang kodratnya perempuan. Jam sudah menunjukkan pukul 12 lebih, acarapun telah usai dan para wisudawan sudah diperkenankan meninggalkan tempat. Seperti kebiasaan, setelah keluar gedung ada yang mengucapkan selamat, ada yang memberikan rang kaian bunga, ada yang langsung kumpul dengan kelompoknya sampai kadang orang tua nya sendiri dilupakan. Miris.


Hari itu juga, tanpa sempat mengabadikan momen dalam foto dan berkumpul dengan teman-teman, kita langsung pulang karena orang tua tidak mau menginap lagi dang harus pulang hari itu juga. Ya tak apalah. Walaupun taka da foto bersama dengan teman-teman tapi kalian telar mematri dihati. Dan tanpa persiapan dan hanya dengan mengambil keputusan secara cepat akhirnya aku memutuskan untuk ikut pulang ke rumah. Itulah sedikit kisah tentang wisuda, semuga menjadi momen untuk selalu memperbaiki diri.




Rabu, 10 Juli 2013

Ramadhan bulan istimewa


traweh ke dua @ masjid raya bogor
- syahrul quran
Saat ini kita memang sudah terlalu jauh dari al-quran. Jangankan mengkajinya, memegangnya saja tak mau. Bulan ramadhan ini merupakan bulan diturunkannya al-quran, marilah kita maksimalkan bulan ini untuk membaca al-quran. Kita buat target kita, yang mungkin biasanya khatam berapa bulan maka kita harus punya target berapa kali khatam pada bulan ramadhan ini. Semisal diramadhan ini kita ingin menghatamkan 3 kali. Tidak boleh juga kita meghatamkan al-quran dalam satu hari, karena hal tersebut telah dilarang oleh rosulullah. Hal tersebut menjadikan kita berlebihan dalam agama, memang ektrimisme agama sudah ada sejak zaman dahulu. Maka dibulan yang penuh berkah ini mari kita optimalkan waktu untuk beribadah. Jangan kita habiskan waktu hanya untuk terdur dan membuang waktu tanpa arti.
- syahruddu'a
Dibulan yang penuh berkah ini, disaat pintu syurga bdibuka selebar-lebarnya, disaat setan-setan terkutuk dibelenggu maka tengadahkanlah tangan kita. Mintalah sebanyak-banyaknya kepada Allah. Mungkin doa-doa yang kita panjatkan belum diijabah oleh Allah gara-gara kondisi kita tidak puasa, saat inilah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa. Agar diri hina ini dipantaskan memasuki syurganya, agar diri ini dijauhkan dari api neraka.
- syahrussodaqoh
Bulan ramadhan adalah bulannya sedekah. Waktu yang pas untuk kita mengeluarkan harta kita. Sodaqoh bukan hanya untuk orang yang berduit saja. Sering kali kita berlindung dibalik ke fakiran kita, ketidak punnyaan uang. Itu adalah alasan yang sudah tak asing lagi, sudah sering kita dengar. “sayakan belum punya uang”. Emang sedekah hanya dengan uang dengan yang lain bisa juga kan?.
Karena kitidak punyaan uang maka bersedekahlah, maka Allah akan melipat gandakannya. Allah akan menjadikan kemiskinan itu menjadi keberkahan, dengan sedekah maka rejeki akan lancar. Namun sanyang banyak dari kita yang belum meyakininya.
Dibulan ini marilah kita bikin target, sehari infak berapa ribu dan lakukanlah secara kontinu. Ya seumpama sehari 5 rb, tiap sholat seribu, maka hal tersebut akan ringan rasanya. Maka dalam sebulan kita akan berinfaq 150 rb. Buatlah target ramadhan ini, berapa infaq yang akan kita keluarkan. Maksimalkan potensi bulan ini semaksimal mungkin.
- sayahrul wihdah
Marilah kita jadikan bulan ramadhan ini bulan persatuan, kiata satukan umat islam ini. Jangan hanya karena perbedaan fikih, organisasi, partai politik menjadikan kita bersekat-sekat. Biarkannlah perbedaan itu menjadi rahmat, ada yang traweh 23 ada yang 8, yah tak apa jangan sampai perbedaan tersebut menjadikan kita terpecah. Alanghkan indahnya bila kita saling bergandengan. Marilah kita jadikan bulan ini menjadi pemersatu kita, menjadikan memontum kebangkitan kita.
- syahrul maghfiroh
Bulan ramadhan merupakan bulan bulan yang penuh maghfiroh, bulan pengampunan. Mari kita perbanyak istighfar dibulan ini, berapa banyak dosa yang telah kita perbuat. Saat ini kita sudah terlenakan dengan yang namanya televisi, bagai mana tidak? Lihat saja pada tiap rumah waktu sahur pasti ngejongkrok di depan televisi, bukannya hal tersebut tidak boleh. Namun, alangkah bermanfaatnya waktu tersebut kita gunakan untuk beristighfah memohonkan ampun atas dosa yang terlalu berlebih.


Dan mungkin ramadhan ini adalah yang terakhir yang dapat kita lalui, maka apakah kita akan menyia-nyiakannya? 

Jumat, 01 Juni 2012

awalan

yah mungkin ini awalanku untuk mulai memahami arti kehidupan yang sesungguhnya. beljar dari sebuah pengalaman yang berharga, pengalaman yang mungkin tak akan pernah aku dapatkan. pengalaman dari sebuah kekecewaan, hujatan dan bahkan penkhianatan, namun, terimakasih untuk semua itu. dari situlah ku mulai belajar tentang ahti kepercayaan, persahabatan dan kehidupan.